« Home | That's why you have to study hard, Dear! » | That's what friend are for » | Prihatin... » | Lebaran .... » | Fasting is like a pupa......... » | Pilih satu diantara dua » | Wil's toilet training » | Haze Worry » | Satu ketika di bulan ramadhan » | Puasanya Aci »

Salah siapa?


Dua minggu yang lalu, saya beli Reskuker baru di Courts. Ada satu cerita dari Reskuker baru yang saya pikir perlu untuk dibagi. Yaitu rasa tidak kepuasan konsumen!

Awal cerita...
Saya punya reskuker yang udah berjasa lebih dari enam tahun. Yang kami bawa serta dari ketika kami hijrah kesini. Sayang juga sebenarnya mau berpisah dengan reskuk lama, karena beras masih bisa mateng jadi nasi disitu. Cuma penampilannya aja yang udah menyedihkan. Tutupnya udah mau copot, dan tombolnya penuh plester karena udah pernah lepas. Dan warna putihnyapun udah dekil menguning... tanda sudah tua.

Akhirnya sayapun beniat kuat untuk mempensiunkan si Ye-em. Sebut saja namanya si Ye-em ; inisial dari mereknya. Tentu saja karena si Ye-em tidak dibeli disini, kawanan sesama mereknya ga bisa ditemukan disini. jadi harus memutuskan untuk membeli si merek lain

Waktu muter-muter di Courts, saya sudah tertarik mau membeli yang namanya si Tef. Tapi.... kebiasaan menyebalkan penjual disini ; merekomendasikan saya untuk beli si Philips (Biarin! saya memang mau menginformasikan kekecewaan dengan si merek ini!) Dengan harga yang hanya terpaut 3 dollar, modelnya baru, penampilan menarik dan lebih gampang membersihkannya.

Akhirnya saya pun terkecoh dengan rayuan si penjual. Si Philips saya bawa pulang. Namun masih sayang denga si Ye-em, sampai tiga hari kemudian baru si Philips duduk menggantikan si Ye-em. Lalu... apa yang terjadi?

Tugas pertama memasak nasi memang berjalan dengan lancar. Saya punya kebiasaan memasak nasi yang bertahan untuk 3 sampai 4 kali makan. Dan apa yang terjadi ketika kami mau makan nasi kali kedua dari si Philips? Nasi dibawah periuk si Philips kering seperti kerak, tapi nasi diatasnya basah. Dan lampu inisial setelah berpindah keep warm kadang2 pindah ke inisial cook, meski tidak dipencet tombolnya.... huuh sungguh aneh. Aku sempat berpikir mungkin ini kesalahan teknis aku memasak nasi. Mungkin nasinya perlu dibolak balik setelah mateng. Atau mungkin bisa jadi kesalahan teknis pada produk; dapat produk yang gagal dan kelewat quality control??
Jadi ingat Yusna, yang dulu pernah telpon ngobrolin reskukernya dia yang rusak dan minta pendapat merek apa yang bagus sama saya. Tentu saja saya gak paham. Dan saya pikir semua merek reskuker disini bagus; mengingat mestinya kontrol produknya lebih baik.

Ketika saya telpun Yusna, kok ya ndilalah punya problem yang sama.... Dia juga beli si Philips dan sampai minta tukar sama Courts. Dikira sudah dapat produk yang rusak. Ternyata setelah ditukar dia juga mengalami hal yang tidak berbeda dengan sebelumnya. Dia menyesal membeli si Philips dan lupa tidak memberitahu saya. Yang dia pikir tidak perlu diceritakan.

Lalu sayapun berangkat ke Courts dengan membawa si Philips. Tadinya mau protes karena udah kena rayuan, yang tadinya mau beli si Tef malah jadi beli si Philips ini. Tentu saja si penjual yang sama ketika melayaniku tempo hari tidak mau. Dia hanya bersedia menukar si Philips yang sudah kubeli dengan yang baru. Dia bilang saya sedang sial mungkin dapat yang rusak. Dan nasi tidak boleh disimpan panas sampai lebih dari 12 jam. Selama ini tidak pernah ada komplain dengan produk ini... ngakunya.

Padahal pingin juga cerita kalo Yusna punya masalah sama. Tapi capek... berdebat.

Lucunya kerdus si Philips yang kubawa sama sekali tidak dia buka dan cek isinya. Langsung saja ditukarnya dengan yang baru.

Menyerah.... si Phillips baru saya bawa pulang, tapi saya belok ke toko lain membeli si Tef.
Dan sekarang tidak ada gerundelan dengan si reskuker.


Sebenarnya ini salah siapa ; si Philips atau si Penjual?

Mungkin gak boleh menyalahkan Philips. Karena orang bule gak makan nasi. Jadi wajar aja kalo teknologi memasak nasinya tidak sesuai dengan selera kita


Pesan: Jangan menyesal kalo membeli Philips HD4728 yaang tidak bisa menyimpan nasi panas lebih dari 12 jam

jd kesimpulannya yg bagus merk apa dong lia ? aku punya rice-cooker jg gak pernah beres nih, so far blom pernah nemu yg cocok. kalo rice-cooker digital merk panasonic dr jepang itu bagus gak sih ?

hehe... gak tau juga ya Win. Tapi sekarang udah beralih ke Tefal... so far no problem;)

wuiih..ini too cerita asal muasal pasal reskuker ISM sampe seru2 yah. kabar2i kelanjutannya tefal ini. salam

Waktu pertama kali beli rice cooker di Sg aku jg ngalamin kaya' gitu. Nasi yg paling bawah pasti jadi keras, berkerak & ga bisa dimakan. Akhirnya ganti aja deh ama yg lain (lupa merk nya apa). Kemarin sih aku milih yg lapisan teflon nya tebel & (kelihatannya) lumayan bagus. Ada parameter lain milih ricecooker?

:-) dari planetsingapura eh ada link ke sini, masuk aja lihat judulnya yg "pasti" real story :-) Pengalaman kami, spt kesimpulan Lia tadi, bahwa orang eropa tak makan nasi.

So.. kalau beli rc, [bukan iklan nih] belilah buatan jepun. Mau buatan jepun yg udah dirakit di sg, china, indonesia, msia ... sama saja okenya.

Dulu kami pakai merek National (skr Panasonic), alhamdulillah sampai akhirnya dihibahkan ke teman waktu pulang dari muenchen (6 yrs old) masih ok.

Sekarang pakai toyomi (murmer sih, but originated fr nippon). Nah ini tergantung berasnya saja lagi, krn tipikal jenis berat butuh air yg beda2 dikit agar tahan lama.

mau numpang kasih selamat ultah buat kakak Aci moga tambah pinter, sehat, solehah byk cinta dan rizki yaaaa...
salam sayang
nte kendy, hani, ica

Post a Comment

Archives

Hadist

"Jika hamba-Ku berniat melakukan kebaikan dan ia tidak mengerjakannya, Aku menulis baginya satu kebaikan. Jika ia mengerjakannya, Aku menulis sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat untuknya

Dan jika ia berniat melakukan kejelekan dan ia tidak melakukannya Aku tidak menulis kejahatan baginya, dan jika ia melakukannya Aku menulis satu kejahatan baginya." [HR. Muslim] --

Free Counter
Free Counter